Sumber: Serambi Indonesia
Saturday, 10 September 2011
Kota Mati
Sumber: Serambi Indonesia
Fatamorgana
Sumber: Serambi Indonesia
Sunday, 28 August 2011
Waktu
waktu kebahagiaan untukmu
izinkan aku mengabarkan
sesuatu kebahagiaan
sebelum mimpi indahmu
pergi menemani tidurmu
Ketahuilah wahai kekasihku
detak jantungku tak mampu
meneruskan kepercayaan
cintaku untukmu
bersabarlah menunggu
demi waktu yang tersisa untukmu
17 September 2010
Dimuat di koran lokal "Harian Aceh"
Minggu, 03 Oktober, 2010
Mawar Merah
Mawar merah
dan segenggam madu.
Kian merekah
mengukir kelabu.
Menatap sepi
pada pelangi mengibarkan jingga.
Langkah kaki ini kian berhenti
melamun menatapnya.
Kumbang yang datang
madu tak tergenggam.
Cerita ini kian mengarang
membasuh cahaya malam.
Mawar merah
dan segenggam madu.
Cerita lama
dan isyarat membisu.
2010
Ujung Pancu
mandi dengan keringat perkotaan
hingga lupa pada air yang jernih dan suci
mata air di ujung sana sudah menanti
Perjalanan kita sudah melampaui setengah jam
dengan semburan angin angin menyegarkan
perjalanan kita di pagi yang cerah ini
dan persinggahan hanya sekejap saja
Lihatlah ke sebelah kiri dan kanan kita
rumput rumput menari nari dengan alunan angin
suara burung burung bersahutan riang gembira
dengan kehadiran si anak kota yang aneh
Cepatkanlah langkah kaki kita kawan
tak banyak waktu melamun tentang keindahannya
dan kita juga harus menyisakan keindahan itu
dalam pikiran dan selembar foto yang damai
Kau rasakanlah suara ombak dan angin yang kencang
suasana yang tenang dan nyaman untuk menyendiri
bersama sahabat sahabat dan membuang kebosanan
2010
Prettyca Yudra Perdana
melambatkan gerak-gerik
tubuh tak menentu
melayang ke arah lantai dasar hatimu
kian terpukul menangis
Aku mulai jatuh
kesakitan diantara batu-batu mutiara
cahaya kilauanmu
Begitu menyedihkan
jika tatapanku tak mampu
mampir di deretan cahaya matamu
17 Juli 2010
Youtube
Bunga Mawar
dan segenggam madu.
Kian merekah
mengukir kelabu.
Menatap sepi
pada pelangi mengibarkan jingga.
Langkah kaki ini kian berhenti
melamun menatapnya.
Kumbang yang datang
madu tak tergenggam.
Cerita ini kian mengarang
membasuh cahaya malam.
Mawar merah
dan segenggam madu.
Cerita lama
dan isyarat membisu.
2010
Thursday, 27 January 2011
Undangan Peluncururan Antologi Puisi “Tsunami Kopi

Salam hangat untuk bapak/ibu/saudara sekalian yang berbahagia.
Kami dari Gelanggang Mahasiswa Sastra Indonesia (Gemasastrin) Pendidikan Bahasa dan Sasastra Indonesia FKIP Unsyiah berkenan mengundang Anda untuk hadir pada:
...Hari/tanggal : Sabtu, 29 Januari 2011
Pukul : 20.30 s.d. 23.00 WIB
Tempat : Jambo Kupi Apa Kaoy (Lampaseh Kota – Banda Aceh)
Acara :
- Peluncururan Antologi Puisi “Tsunami Kopi
- Diskusi Buku
Pembicara
1. Iskandar Norman
2. Ahmad Fauzan (konfirmasi)
________________________
Kumpulan puisi ‘Tsunami Kopi” ini memberi kabar bahwa pilihan-pilihan pola ungkap dalam puisi mutakhir di Aceh adalah proses belajar terus-menerus berkait kelindan dengan sejarah sastra nusantara sejak bahasa resmi ditemukan pada 1928 sampai Chairil Anwar dan Sutardji Calzoum Bahri pernah dicap serupa ‘mata kanan-mata kiri’ sastra nasional. Lirisme sangat dominan, beberapa dalam semangat balada dan mencoba haiku serta satu-dua mengasah puisi pamplet.
[Ahmad Fauzan, Rektor Sekolah Menulis Dokarim]
“Membaca sajak-sajak karya penyair muda berbakat asal Aceh di antologi "Tsunami Kopi," Sungguh membuat saya yang suka sajak ini bukan hanya terhenyak tapi juga terpana. Ternyata para penyair yang berasal dari tanah yang berjuluk Serambi Mekah ini, mampu berpuisi dengan ucap sajak yang baik. Padahal jika dirunut ke belakang, daerah tempat mereka bermain di masa kanak-kanaknya ini, pernah dianggap bergolak dan disapu dahsyatnya tsunami, tetapi puisi-puisi di buku antologi ini tidak membiaskan dendam apalagi yang berbau agitasi.”
[Hardho Sayoko SPB, penyair asal Ngawi]
"Kekuatan pada puisi adalah pada pilihan kata. Antologi puisi ini telah berusaha ke arah sana. Membacanya seperti tengah menyusuri wilayah tanah rencong dengan segala peristiwa yang pernah singgah di sana, tsunami misalnya."
[Dianing Widya Yudhistira, penulis novel NAWANG dan WETON]
“Syair-syair dalam antologi ini mungkin tidak terlalu "canggih," tapi pertautan kata yang berangkat dari perenungan dan kejujuran selalu layak mendapat tempat satu tingkat di bawah kitab suci.”
[Reza Idria, penyair Aceh]
Note: DAPATKAN HADIAH MENARIK DARI PENERBIT DIWANA.
DISKON PENJUALAN BUKU ANTOLOGI HINGGA 35%.....!!!
Demikian undangan ini kami sertakan. Atas perhatian dan partisipasi dari bapak/ibu/saudara kami ucapkan terima kasih.
Salam
Azrol Rizki
Ketua Umum Gemasastin
Thursday, 20 January 2011
Perasaanku

Dewi Malam
Malam Bersila

Waktu

Waktu
Karya: Jojo Jalang
misalnya aku menjadi detik
ketika jam dinding mengabarkan
waktu kebahagiaan untukmu
ijinkan aku mengabarkan
sesuatu kebahagiaan
sebelum mimpi indahmu
pergi menemanimu tidur
ketahuilah wahai kekasihku
detak jantungku tak mampu
meneruskan kepercayaan
cintaku untukmu
bersabarlah menunggu
demi waktu yang tersisa untukmu
Bayanganku

Bayanganku
Karya Jojo Jalang
Sedikit keyakinan
hidup diantara
kepalsuan dan
tanpa adanya
kepalsuan
diantara kita
Bayanganku
kubiarkan membayangi
pada keyakinannya
untuk dapat
memastikan siapakah
diriku yang sebenarnya
2010
Garis Pantai

Sepi
Ada kesepian
Tak melebihkan
Sepi sendiri
Gundah

Sempurna Terdiam Sepi

Berjalanlah
memakai alam pikiran kesegaran hati
Jangan berhenti
penyesalan menghantui dirimu
dan tetap berjalan
Rasakanlah air asinnya
basuhlah kedua tanganmu
dan rasakan kesempurnaan
tanpa terdiam sepi karena angin menemanimu
di setiap langkah kakimu
25 Januari 2010
Renungan Malam

Menandakan bintang-bintang kian
Tersenyum melihat bulan di dekat
Landasan perbaringan menggapai takdir mimpi
Tiada kata untuk mengucapkan salam perpisahan
Diantara bayangan kerinduan untukmu
Sebelum menggapai pagi
10-08-2010
Sunday, 3 October 2010
Kertas
Minggu, 03 Oktober, 2010
Gambar diambil dari link ini: Kertas dau Ulang
Waktu
Misalnya aku menjadi detik
ketika jam dinding mengabarkan
waktu kebahagiaan untukmu
izinkan aku mengabarkan
sesuatu kebahagiaan
sebelum mimpi indahmu
pergi menemani tidur
Ketahuilah wahai kekasihku
detak jantungku tak mampu
meneruskan kepercayaan
cintaku untukmu
bersabarlah menunggu
demi waktu yang tersisa untukmu
17 September 2010
Dimuat di koran lokal "Harian Aceh"
Minggu, 03 Oktober, 2010
Gambar diambil dari link ini: Waktu
Tuesday, 21 September 2010
Hitam Pekat
Friday, 17 September 2010
"dua penyair di balik bing" - jojo mohak jalang dan delima de wilde sri"
"dua penyair di balik bing" - jojo mohak jalang dan delima de wilde sri"
jojo jalang
cinta di balik puisi
Lembaran lama diantara sejuta puisi
Ini ada sedikit diksi tertunda ke beranda matamu
Dikala malam menjemput mimpi-mimpi indah
Menemanimu bersemayam lembaran puisiku
Ketika untaian kata bertegur sapa dengan ingatan
Beberapa ucapan kegelisahanku berserakan
Diantara lembaran putih untukmu
Ini ada sedikit puisi
Di balik sejuta daya imajinasiku
Beberapa bulan yang lalu
Dengan berat hati
Aku berkata padamu
“Cinta di balik puisi”
2010
delima de wilde sri
malam terakhir
Kunyalakan lilin hati
Hanya untuk kita
Kutuangkan anggur putih
Untukmu agar tak letih
Kusajikan hidangan untukmu
Kutuangkan minuman cintaku
Kusajikan lagu asmara
Untuk cinta nan membara
Indah betapa indahnya
Mesra malam itu kita berdua
Namun sayang seribu sayang
Cinta itu ada penghalang
Pada akhir
Kitapun harus berpisah
------------------------------------------
bing slamet telah meninggal dan penyanyi titiek puspa mengabdikannya dalam lagu yang tenar - bing, katanya, yang kini sedang saya dengar dari youtube. saya mendengar grace simon seolah melihat satu masa di mana hidup tak ada yang pasti. kini pun hidup tak ada yang pasti. kapan kapan hidup bisa direnggut oleh kematian, atau oleh kehilangan yang lain.
kapan kapan seperti itulah yang dicatatkan oleh dua penyair, yang oleh sifat kehilangannya yang kontras dengan lagu bing ini, saya lekatkan dalam satu tulisan, mencoba mengambil spirit lagu yang menjeritkan kematian dan kata yang menuliskan sebuah kehilangan.
apakah yang terjadi di puisi jojo jalang itu? jelas tak ada kematian di sana. hanya kehilangan, atau tepatnya: dua orang gagal untuk bertemu. oleh sebab apa mereka tak bisa bertemu? puisi tak mengatakannya. puisi hanya mencatat sebuah denyut hati dengan kata kata yang indah. saya kira manis. dan sifat manisnya kata ini yang membuat saya memainkan satu kemungkinan tafsir lain: lihatlah rambut sang penyair - mohak. mohak yang datang dari satu tradisi yang keras: dunia anak punk. dunia getir yang kita suka lihat di jalanan.
dunia yang bisa menggoda persepsi lain atas manusia yang tak familiar dengan gerak kita. tapi kini nyata memantul membalik ke dalam satu puisi yang romantis dengan pemakaian kata yang jauh dari dunia yang brutal.
"Lembaran lama diantara sejuta puisi
Ini ada sedikit diksi tertunda ke beranda matamu"
alangkah manis kata kata itu. manis yang pedih. manis yang sayu. ataukah lagu bing ini yang telah menghanyutkanku, membuat hati jadi melankolik? tidak juga. bing memang menyayat dan kita tersayat oleh sebuah berita kematian yang dijeritkan oleh grace simon.
sifat kata yang dimainkan penyair jojo jalang bukanlah kehilangan dalam arti kematian. hanya kehilangan saja - orang yang gagal bertemu dalam hidup nyata. tapi di sanalah ada ruang manis bernama kenangan. ruang pembayangan. sedang apa orang yang kita kenang itu kini? ah mungkin ia sedang mendengarkan musik seperti kita juga. atau mengapa tidak sedang membaca atau menulis puisi?
dari kenangan lama kita, ini ada sedikit diksi tertunda, yang kukirimkan ke berandamu, kekasih.
tapi kau di mana? sampaikah diksi yang tertunda itu kepadamu? tapi kau di mana?
kau di mana ini yang bermain main dalam novel sampar albert camus, saat grand yang malang mengenang kekasihnya yang telah pergi pada suatu hari natal. natal yang bahagia bagi semua orang. tapi tidak bagi grand dan penduduk kota oran yang lagi terkena bencana.
grand yang tua seakan hendak memeluk kaca yang menjual pohon natal. ia mengenang kekasihnya jeane yang kini entah di mana. kau di mana jeane. adakah kau baik di sana? aku di sini mengenangmu. aku tak bahagia kau pergi. tapi aku tak bahagia juga kita bersama lagi.
kenangan yang membuat manusia hidup. kenanganan yang memaksa penyair mohak jojo jalang mengirimkan satu kata yang indah kepada seseorang di sana:
ini ada sedikit kata yang tersisa, kukirimkan ke beranda matamu kekasihku.
*
"ini ada sedikit puisi
di balik sejuta daya imajinasiku"
puisi ini terus menunda kesimpulan apa yang terjadi di antara dua orang di sana. dua kata kunci yang dimainkannya hanya menunjukkan suasana kerinduan. suasana solitaire dirinya sendiri. sedang apa yang terjadi dia tak pernah mengatakannya. mengapa sejuta daya imajinasinya tak dikayuh ke dalam kenyataan tak pula datang melambai kepada kita untuk kita pahami. jadi puisi mengayunkan dirinya ke dalam dunia kenangan semata. hanya ingatan pada seseorang di sana. ingatan yang terkunci dalam larik pada baris kata di akhir puisi.
"beberapa bulan yang lalu
aku berkata padamu
cinta di balik puisi", katanya.
mengapa kata itu tak diucapkannya di beberapa bulan kemudian, sang penyair tak membukanya kepada kita pembaca. dia hanya meminta kita mengamati permainan kata katanya yang penuh melankoli hati itu.
"Beberapa ucapan kegelisahanku berserakan
Diantara lembaran putih untukmu"
kegelisahan apa yang ditoreh di lembaran putih dari hidup yang hendak baik itu, kita hanya bisa menduga duga saja.
hal yang sama terjadi dengan penyair delima de wilde sri, saat ia aku lirik begitu imajinatif datang pada kita dengan lilin di tangan, lilin yang ia letakkan di meja kenangannya yang terakhir, dan kita pembaca dimintanya untuk datang dengan lilin di meja kenangannya semacam itu.
"kunyalakan lilin hati
hanya untuk kita"
katanya.
dan seperti yang terjadi pada penyair jojo, delima pun tak menghadirkan tokoh puisinya pada meja kenangan di malam terakhir itu. lilin, santapan malam, juga anggur di sana, hanya ada dalam benak sang aku lirik dalam puisi. bukan sebagai fakta di meja makan di malam terakhir. perjamuan itu hanya ada dalam kayalan sang penyair. tapi kita diminta untuk mengikuti kenangannya. kita sendiri yang menghadirkan meja dari kenangan terakhir di malam terakhir puisi delima de wilde sri.
semua hanya terjadi dalam kenangan.
oleh sifat kehadiran hayal seperti itu, saya kira dunia bahasa datang pada kita dengan empasan emosi yang penuh. bahwa penyair menghadirkan kenyataan. tapi kenyataan yang hadir hanya kanyataan kenangan. maka terjadilah kenangan di balik kenangan. fiksi di dalam fiksi. semua tak nyata dan semua bisa didorong ke dalam benak manusia. kita pun masuk pada dunia ingatan kita sendiri. dunia kenangan dari masa yang mungkin jauh mungkin dekat dalam dunia nyata kita sendiri.
kenangan demi kenangan telah terjadi dan telah berlalu dalam hidup manusia. hidup dalam alam nyata dan hidup dalam hayal yang dihadirkan ke dalam bahasa.
dan tetap: apa yang terjadi di sana kita tak pernah tahu: mengapa sang aku lirik dalam puisi tak jadi bersatu dengan kekasihnya?
cinta kita ada penghalang, katanya. tapi penghalangnya apa? segeralah kita masuk kepada ingatan kita sendiri. kepada fakta hidup kita sendiri. bahwa apapun bisa terjadi. bahwa sebagian semua memang telah terjadi.
dunia bahasa yang universal itu kini masuk ke daerah subjektif dari tiap manusia. kita boleh bermain main mengisi apa penghalang yang diayunkan oleh penyair delima, ke dalam kasus hidup kita sendiri, atau hidup orang yang kita kenal dalam kenyataan.
"indah betapa indahnya
Mesra malam itu kita berdua
Namun sayang seribu sayang
Cinta itu ada penghalang
Pada akhir
Kitapun harus berpisah "
ya sudahlah delima dan jojo mohak jalang, kalau kalian tak mau membuka kenangan subjektif kalian kepada kami pembaca. biarlah kita sama sama memasuki dunia batin kita sendiri. mengisinya dengan kenangan pahit dan gembira dari hidup kita masing masing.
ya sudahlah. seperti kata penyanyi emilia contessa: hidup memang hampa, jojo, delima, dan embun azza.
tapi hampa yang indah.
hampa yang bahagia.
huhi
.............................................................................................................................
Ditulis 3 jam yang lalu • Komentari • Suka • Laporkan Catatan
Anda, 'Athan Wira Bangsa', Serigala Di Tepi Sunyi, dan 5 orang lainnya menyukai ini.
Embun Azza
Selalu indah, bahasa oh bahasa. Penutupnya indah, terimakasih Fa fa Huhi.. Hehe, sudah embun baca diberanda hati ini.
Jojo Jalang
Rindu kata dan kasih sayangnya, berada di catatan ini. Cintailah kata, walaupun tak mampu untuk bertemu dan berucap denganya. Begitu indah sajianmu ini Guru-ku.
I Love you Full.... ^_^
Serigala Di Tepi Sunyi
Melankoli,kehilangan,kenangan.
Menemu suatu nuansa rindu yang menurutku sangat liris.
Meja dengan lilin itu menyentuh sekali ya,bung.... Lihat Selengkapnya
Pun bait terakhir yang membentuk ruang yang lain namun menguatkan apa dan makna dalam puisi ini.
Syahdu deh..hehe.
Menantimu,bung..
Jurnal Sastratuhan Hudan
jangan ucapkan full kelak aku cepat mati hiks: aku mau hidup! mbah surip tak gendong hehe
Jurnal Sastratuhan Hudan
iya serigala. itu seperti perjamuan abad abad tengah ya. siap datang sambil menarik mengintip waktu. serigala sunyi seperti hudan yang sepi hati. oh betapa sepi di atas sana, serigala, kau dan aku tahu.
Serigala Di Tepi Sunyi
Oh..Hiks...
Yang sepi hati jadi melankolis..
Hiks...meja itu mengapa lilin ?.hiks..aku jadi iri tak sesepi itu seperti Delima itu.hiks..
... Lihat Selengkapnya
Indah ya..betapa sebuah kenangan ternyata dapat menembus ruang dan waktu.membuat kita memeras hasrat atau malah merelakannya atas nama cinta.oh ..cinta mu Jojo dan Delima.benar-benar sebuah puisi. Hehe
beli bir dulu ya..hehe.
Jojo Jalang
Hihihiiiii.... Maaf Guru-ku, tak akan Jojo ucapkan lagi kata-kata itu. Semakin kumerindukanya, "tak gendong ke cinta di balik puisi" Prikitiuuuu.... Ù©(̾●̮̮̃̾•̃̾)Û¶
Jurnal Sastratuhan Hudan
hehe layaw - mari berlayar
Jojo Jalang
Berlayar menuju ketepian hati
Jurnal Sastratuhan Hudan
nah itu dia puisi serigala sunyi, puisi yang paling ih akyu suka: ai laik it: beli bir dulu ya hihihi
Jurnal Sastratuhan Hudan
syarat penciptaan: mabuk mabuk.
Jojo Jalang
Guru-ku, minta ijin di copas ke catatan Jojo ya. Bolehkan?
^_^
Jurnal Sastratuhan Hudan
tak. boleh. tak. boyeh dink hehe haiwe star mari naik unta ramai ramai hehe
Jojo Jalang
Hihiiiii... terimakasih Guru-ku.
Ikuttt.... Tunggu Jojo di padang pasir cintanya Unta.
.............................................................................................................................
*Maaf, jika hanya bisa mengcopaskan saja. Harap maklum. ^_^
Di copy dari link-nya Guru Hudan Hidayat
Link-nya :
Jurnal Sastratuhan Hudan
http://www.facebook.com/note.php?note_id=377741492545
Link-nya:
Jojo Jalang
http://www.facebook.com/note.php?note_id=413497935490
*Biar lebih asli, makanya di copas habis dan tanpa di edit ulang... :)
Sunday, 29 August 2010
Renungan Malam
Kau telah menyingsut kedinginan
betapa kenestapaan itu terjalin sepi
menandakan bintang-bintang kian
tersenyum melihat bulan di dekat
landasan perbaringan mengapai takdir
mimpi
tiada kata untuk mengucapkan salam
perpisahan
di antara bayangan kerinduan untukmu
sebelum mengapai pagi
(Agustus 2010)
Dimuat di koran lokal "Harian Aceh"
Minggu, 29 Agustus, 2010
Sunday, 25 July 2010
Sempurna Terdiam Sepi
hamparan pasir di pantai
Berjalanlah
memakai alam pikiran kesegaran hati
Jangan berhenti
penyesalan menghantui dirimu
dan tetap berjalan
Rasakanlah air asinnya
basuhlah kedua tanganmu
dan rasakan kesempurnaan
tanpa terdiam sepi
karena angin menemanimu
disetiap langkah kakimu
2010
Dimuat di koran lokal "Harian Aceh"
Minggu, 25 July 2010
Sunday, 9 May 2010
Tak Ingin Usai
masih menyisakan waktu
bermanja pada wujudmu
Tak ingin usai
walaupun kusudahi
kesempatan untuk menemui
disetiap jarak isi hati
dengan segalagala hari
hingga kuakui
Aku tak ingin usai
dicintai dan dimengerti
oleh sebuah hati
dari dirimu sendiri
2010
Dimuat di koran lokal "Harian Aceh"
Minggu, 09 Mei, 2010
Sunday, 25 April 2010
Ayah
Doakanlah untuknya
yang telah membesarkanmu
walaupun wujudmu
menangisi kepergianya
Kusadari
semuanya tiada yang abadi
walaupun kita berdiri
di tepian waktu sekian hari
Dan hari ini
aku juga mendoakanmu
dan Ayahmu juga
Amin
2010
Minggu, 25 April 2010
Puisi ini kupersembahkan untuk berpulang ke rahmatullah, Ayahanda dari sahabatku T Arizona. Semoga segala amalan ibadah Beliau diterima oleh Allah SWT, dan segala kesalahannya diampuni oleh Allah SWT, serta T Arizona beserta seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan. Amin ya Rabbal Alamin.
Sunday, 18 April 2010
Puisi Jaga Malam
Malam dingin
aku melamun tentang kesepian kota
terhenti dengan neon perkampungan sudut
kota
apa ada gerangan menjerit duka
dengan berpura-pura mabuk di dekatku
melirikku dengan untaian lagu kesepian
Inilah kota juang
yang dibicarakan orang-orang dungu
tentang pejuang yang gagal
tanpa ada cacat sedikitpun
melarikan diri dari kepungan kematian.
Cahaya inilah buktinya,
terus-menerus melirik jawaban kebena-
ran,
tentang hilangya prajurit kami.
2009
Minggu, 18 April 2010












