Sunday, 24 March 2013
Sobekan Baju Partai
Sobekan Baju Partai
Karya Deddy Firtana Iman
Sepasang mata menawarkan
Kata-kata puitis berslogan
Rekayasa cara menghindar
Dari kecaman bayangan
Pengunduran pemeluk partai
Diam-diam pemuda bertopi hitam
Mendekati amukan perjuangan
Bayangan sulit meraih keuntungan
Telah menjual harga diri
Di saku celananya
“Ini pakaianmu kukembalikan
Beserta bendera kesayanganmu”
Riuh massa menjulang tinggi
Memekakkan telinga
Saling menatap cemas
2013
Deddy Firtana Iman, kini bergiat di Komunitas Kanot Bu. “Menerka Gerak-Gerik Angin” (2012) merupakan sekumpulan sajak tunggalnya yang telah terbit.
Sumber: Serambi Indonesia
Foto: Dayat VL
Sunday, 6 January 2013
Awal Tahun Baru
Awal Tahun Baru
Karya Deddy Firtana Iman
Hujan menderas menyeruak
Banjir tak terbendung
Berada di sekitar bayangan
Lampu selepas bertabur bintang
Setiap angin mengabarkan
Suara katak menghibur diri
Akan nyanyian kerinduan
Terhimpit gubuk reyot
Dan kita pun penyambung
Suara gemuruh menghancurkan
Mimpi kita di zaman serba munafik
2012
Sumber Serambi Indonesia
Minggu, 6 Januari 2013 09:13 WIB
Titipan Masa
Titipan Masa
Karya Deddy Firtana Iman
Kehausan menambah pelipur lara
Di dalam gedung tsunami
Kisah lama di masa lalu
Potret lumpur hitam, balok, seng,
Kendaraan, dan mayat bergelimpangan
Di depan pandangan kebingungan
Hanya bingkai kesunyian
Boneka mainan manusia,
Sepeda tergeletak diam membisu
Ditaburi uang pecahan seribu
Kita hanya menoleh berbisik manja
Sebab kejadian itu sebagai jamuan
Pertemuan akhir tahun
2012
* Deddy Firtana Iman, bergiat di Komunitas Kanot Bu
Sumber Serambi Indonesia 6 Januari 2013
Wednesday, 5 December 2012
Baju Almamater
Baju
Almamater
Karya Deddy Firtana Iman
Asap mengepul ke udara
Di jalan waduk, Lhokseumawe
Sejumlah poster bertuliskan:
“Fakultas siluman dan ilegal,
Telah menipu mahasiswa!”
Pembakaran telah menghitamkan
Pemandangan di sudut jalan
Si kacamata tebal pun diseret
Dari ketenangannya
Lalu dengan tenang:
"Jangan tanyakan, saya
melaksanakan
Tugas setelahnya."
Tangisanku pun menerawang
Bersama burung, menetap di ruang
tamu
Ibu dan Ayah
Sawah yang mana lagi kau jadikan
Bekal untukku
Sementara aku di sini
Terbujur kaku tanpa ijazah
2012
Sumber:
The Atjeh Times edisi 26 // 3-9 Desember 2012
The Atjeh Times edisi 26 // 3-9 Desember 2012
Simpang Lima
Simpang
Lima
Karya Deddy Firtana Iman
Dari cerobong asap
khatulistiwa kita lahir
Berlandaskan tepian kehidupan
Kebudayaan pribumi Indonesia
Jalan setapak muncul di kening
Pinggiran jalan
Pergerakan Orde Baru
Menjadi bau darah dan kematian
Ditelan rakitan reformasi
Sajian puisi hanyalah celoteh
Kain rentang di simpang lima
Yang penuh tanda tanya
"Di manakah kesejahteraan
rakyat
jika bermuka dua ada di antara
kita"
Lalu disirami oleh airhujan
Panasnya matahari membuat sesak
Bersama debu dan asap kapitalisme
Peradaban yang tak mau diatur
Oleh pemerintahannya sendiri
September, 2012
Sumber:
The Atjeh Times edisi 26 // 3-9 Desember 2012
The Atjeh Times edisi 26 // 3-9 Desember 2012
Kota Malam
Kota
Malam
Karya Deddy Firtana Iman
Rinai hujan
Membeku di antara tubuhku
Terdiam
Memandang langit
Dengan kesombongan malam
Yang melempar kemurkaannya
Kepada kami yang miskin
Dalam kekuasaan malam
Yang sepi akan kekayaannya
Sepi dimakan waktu
Terdiam terhimpit risau kota
Membinasakan keadilan
September, 2012
Sumber:
The Atjeh Times edisi 26 // 3-9 Desember 2012
The Atjeh Times edisi 26 // 3-9 Desember 2012
Monday, 3 December 2012
Menjamah Bisik Angin
Puisi ini kupersembahkan kepada Deddy Firtana Iman sebagai tanda ucap selamat melahirkan Antologi Puisinya yang Perdana di akhir 2012.
MENJAMAH BISIK ANGIN
Oleh Muhammad Rain
: Deddy Firtana Iman
dari pasir putih terdengar dendang hujan
kemarau menjadi terluka meringis pergi
memuncak ke sebalik bukit seputar Lhoknga
kabar tentang sesosok penyair
yang lihai memotong kata-kata sebab ia jago pangkas
dari puncak menara Baiturrahman
kujuga mendengar tentangmu yang tercenung merenung
seperti halnya aku untuk kuping sendiri
dididik oleh khutbah tanpa Kabah Seurambi Makkah
dari azan ke azan
dari pantai ke pantai
bersamamu pula kuikut menjamah suara ramai negeri
menghembus perahu menuju putaran laut waktu
dilecut tentara badai berselempang kebohongan
sintal lidah angin itu berlipstik muka plastik
kukira demikianlah jaman
sulit kita terjemah tanpa mengental mengurus kata-kata
sebab alangkah siput mata nurani
lama negeriku tak berpuisi
terbekam dalam jeruji
menyumpal mulut kekuasaan
dengan kemerdekaan tanah subur kesusastraan.
Banda Aceh 3 Desember 2012
Sumber: Muhammad Rain
Sunday, 2 December 2012
Piasan Seni
Piasan Seni
Karya Deddy Firtana Iman
Kemarin dan hari ini
Pertemuan tatapan mata
Merajut bayangan memutih
Mengalun suara percakapan
“Teungku, sastra tak boleh mati!”
Pada pamflet renungan malam
Bertandang airmata
Saling membasuh sajak
“Menerka Gerak-Gerik Angin”
Pun berkeliaran di meja
Ingatan Tuan dan Puan
Tidak dipaksa
Meleraikan ingatan
Selepas menyuarakan
Bacaan pengantar tidur
Sembari bersajak membangun
Kenangan malam penuh puisi
2012
Deddy Firtana Iman, bergiat di Komunitas Kanot Bu.
Sumber : Serambi Indonesia
Minggu, 2 Desember 2012
Sunday, 18 November 2012
Soekarno
Soekarno
Karya
Deddy Firtana Iman
Singgah
di Koeta Radja
Menderas
bayangan ke Meureudu
“Merdeka...
Merdeka...”
Di
lapangan yang luas
Suara
menyentuh telinga
Gema
hening tersentak desahan
Panggilan
jiwa menusuk kita
“Apakah
Kakak tidak mempercayaiku?”
Dengan
keyakinaan Soekarno
Merangkul
Daud Beureueh
Di
Hotel Atjeh
Hanya
obrolan dingin
Blang
Bintang pengantar akhir pertemuan
Presiden
pertama Indonesia
Deddy Firtana Iman,
kini bergiat di Komunitas Kanot Bu
Sumber: Serambi Indonesia
Minggu, 18 November 2012
Subscribe to:
Posts (Atom)


