Sunday, 13 September 2009
Munajat Burung Merak
Siapa sangka
Tulisanya telah tertulis di batu nisan
Hingga tertidur dengan senyum
Hingga hujan pun membasahi kota kami
Mendengarkan kepergianya
Hilang sudah
Suaranya yang bergetar itu
Kepakan sayapnya yang megah itu
Warna yang merekah itu
Kembali kepadaNya
2009
Dimuat di koran lokal "Harian Aceh"
Minggu, 13 September 2009
Munajat Natijah
Kebahagianku dariMu
Milikku adalah milikMu
Segalanya.
Kesabaranku belum dapat diukur
Dengan keimananku
Tunjukkanlah jalanMu
Semoga aku dapat menikmati buah Kurmamu
Ketika Ramadhan berkumandang Sahur
Terwujudlah kesabaran dan keimananku untukMu
Buah-buahan
Kenikmatan tiada tara
Setara atau pun tidak
Adalah milikMu
Munajat Natijah
2009
Dimuat di koran lokal "Harian Aceh"
Minggu, 13 September 2009
Munajat Nyanyian
Penuh Doa-doa
Kebahagiaan itu hadir dipelukanku
Seperti senja menarik fajar
Kenikmatan apa lagi
Yang hadir dalam rebahan takdirku
Penuh sujud syukur
Kebahagiaan itu hadir kembali
Di hari esok yang kelabu
Nyanyian hati
Bahasa jiwa yang terpatri
Dari hari ke hari
Penuh kesabaran
2009
Dimuat di koran lokal "Harian Aceh"
Minggu, 13 September 2009
Munajat Kerinduan
Terbuka mataku
Cerahan cahaya menusuk
Membenarkan adanya diriMu
Lamunanku pun memanggil namaMu
Rindunya aku padaMu
Kebahagian dan kerinduanku
Tepat tertunduk bersujud
Siang dan Malam
Memberikan cahaya panggilanMu
MerindukanMu
Siang dan Malam
Tak terlupakan
Doa-doa memujamu
2009
Dimuat di koran lokal "Harian Aceh"
Minggu, 13 September 2009
Saturday, 25 July 2009
Hening
Aku akan hilang tanpa menyentuh tanah
Seperti angin berisi daging Manusia
Mempermainkan kekosongan waktu
Demi ujung tali terputus isyarat cintanya
Tanpa kata-kata penutup mata kebisingan
Itulah titik akhir waktu persinggahanku
Terbakar oleh ketidak pastian cuaca pagi
Mengantarkanku pada roh persinggahanku
Hingga membuatku menelusuri surga dunia
2009
Dimuat di Koran "Harian Aceh" Minggu, 26 Juli 2009
Saturday, 4 July 2009
Tanpa Janur Kuning
Aku merindukan wajahmu
Tapi
Aku masih merindukan lelaki yang lainya
Itu mungkin terjadi
Cintamu hanya untukku
Bukan memberi padamu
Aku merindukan wajahmu
Bukan karna aku menginginkanmu
Tanpa alasanpun
Aku mencintaimu hanya tanpa kebenaranya
Dan jangan sesalkan itu
Tentang aku yang pendiam
2009
Wednesday, 27 May 2009
Januari
Tikamlah aku
Sebelum saatnya
Korban keganasan
Injaklah aku
Sebelum kumarah
Korban kebohongan
Tipulah aku
Sebelum kusadar
Korban kebencian
Hinalah aku
Sebelum aku pergi
Januari
Itulah cerita negeri kami
Para penjilat lidah menari
Sebelum esok berganti Juni
2009
Dimuat di Koran "Lensa Unmuha" edisi VI/Maret 2009Deddy Firtana Iman, mahasiswa FKIP Unsyiah
Friday, 27 March 2009
Masa Lalu
Rasa sesak menekan ke dada
Melemahkan denyut jantungku
Bermandikan air keringatku
Rasa sesak ke masa lalu
Setelah aku tau caranya
Masa lalu memberatkan pandanganku
Tentang kekuasaan zaman Orde Baru
Terasa emosi mendalam
Terasa jiwa mencekam
Terasa amarah memburam
Kini
Para penguasa itu telah tertidur
Di alam kekejamanya
15-01-2009
Dimuat di http://gemasastrin.wordpress.com/puisi/puisi-dedy-firtana-iman/Lupakan Dia Ingatkanku

Setelah malam penuh dosa
Ibaratnya telah lahir Manusia membisu
Memandang kesombongan pemuda kota
Itulah takdirnya kekuasaan peluru
Senjata ungkapan pengebor ungkapan harta
Hilangnya keangungan permaisuriku
Dan engkau masih melangkah
Setelah bersuci ketika malam purnama
Tersedu berjalan tanpa kebahagian
Terus berlinangnya air matamu
Terus hingga kakimu berdarah
15-01-2009
Dimuat di Gemasastrin
...
Kisah Hidupku
Menekan diri tirai memberi
Sudah lelah aku sendiri
Antara aku dan mawar berduri
Mungkin juga aku bunuh diri
Mengapa iri kata berbunyi
Sedangkan aku di tinggal pergi
Walaupun menyusuri jalan kaki
Berarti aku hanya kalah sendiri
Matahari pagi telah berdiri
Menyinari isi hati
Memberikan cahaya penenang diri
Untukku dikala sendiri
Inilah aku yang sendiri
Tentang ketiadaan cinta sejati
Hampa disisiku tiada arti
Terasa berat hidupku ini
Yang dilukai oleh wanita iri hati
25-08-2008
Kejamnya Negaramu
Berton-ton bahan peledak
Bermain ke udara menuju
Negara saudaraku
Yang tak tau arah kemana
Masi tersenyum
Dengan kelakarmu
Yang hina itu
Atau kau memang pengecut
Diantara teroris tikus kantor
Seperti di Kotaku
Saad ini dan kau sama saja
2009
Dimuat di http://gemasastrin.wordpress.com/puisi/puisi-dedy-firtana-iman/
Palestina
Terluka, kaku dan kelaparan
Dihantam duka keganasan Israel
Doaku untukmu
Walaupun kutahu
Negaramu masi terancam mencekam
Sudikah diriku
Mengorbankan nyawaku untukmu
Kurasa belum cukup akan
Mayat yang bergelimpangan dihadapanmu
2009
Setelah Perjalanan
Merebahkan tubuh yang lelah
Udara menembus sukmaku
Setelah aku berjalan lelah
Jauhku mimpikan cita-cita
Mencari jati diri sukma
Terhuyung di padang pasir
Setelah cita-cita berlarian
Ke udara dan ke langit
Sejatinya begitulah aku
Terhimpit sukma yang kotor
Tentang imajinasi liarku
Terkungkung terdiam
2009
Dimuat di http://gemasastrin.wordpress.com/puisi/puisi-dedy-firtana-iman/
Puisi Sunyi
Puisiku mati membusuk
Terhina namum terdiam
Seakan manja berteriak
Akan suatu isyarat
Kata tersembunyi telat
Menimbulkan tiada tepat
Kata dan maknanya
Yang rekat dan padat
Seruling sunyi
Gelisah bernyanyi
Puisiku mati suri
2009
Kumpulan puisi
Coretan penuh makna
Goresan penuh sukma
Aku menuliskan puisi
Sambil melamun sendiri
Diantara mimpi suci
Satu dua tiga
Jadilah cerita cinta
Puisi lengkap nada senja
Dan puisiku melanglang buana
Diantara mimpi tertunda
2009
Hitam Putih
Dua warna membaur
Abu-abu terjalin
Akan keresahan yang ragu
Semisalnya perkelahian
Diantara aku dan k au
Memadu kasih
Memeluk erat terjerat
Dalam lubang kedamaian
Hingga wajahku memutih
Ketuaan dimakan waktu
Yang resah dan kaku
2009
Pencuri Hati
Sembunyi
Dari ketiak rasa takut
Lirikan mata penuh
Was-was
Bicarakanlah
Tentang cinta pendiam
Tak bersuara
Terguncang
Penuh ketakutan
Dimakan waktu
Ada rasa
Cibir keluh
Keresahan
Ketakutan
Seakan malu berkata
“Aku mencintaimu”
03-01-2009
Dimuat Gemasastrin PBSID pada Februari 8, 2009
Uang Rakyat
Tersenyumlah dengan kemewahan
Bangga akan kemenangan
Harta kekayaan demi kekuasaan
Uang rakyat dan penindasan
Kami tertindas
Merasakan terhempas
Oleh penguasa yang beringas
Pejabat duduk hingga puas
Semuanya serba pas
Hingga rakyat tewas
Lalai akan tugas
2009
Dimuat Gemasastrin PBSID pada Februari 8, 2009
Wednesday, 18 March 2009
Pelangi
Cahaya dari balik alam langit
Antara malam tinggal kenangan
Sebelum awan datang menyempit
Manusia bersyukur dengan kegirangan
Cahayanya penyejuk hati manusia
Berbisik lugu kepada awan
Untuk bumi cucurkan air hujan
Biarkan manusia yang menikmatinya
Bumi menunggu akan tibanya pelangi
Bercahaya di atas bumi
Sambil tersenyum memberi arti
Senantiasa impikan sanubari
Tampa sebab akibat ia pergi
Terang benderang iapun selesai
Sambil pergi berbenah diri
Cahaya pelangi pun mulai sepi
2008
*Dimuat di koran lokal "Harian Aceh"
Dimuat tanggal 19-10-2008
Sunday, 8 March 2009
Katakan Percuma
Katakan Percuma
Oleh; Deddy Firtana Iman
Mari menari
Dengan iringan lagu
Atau musick lirik cinta
Hanya sebaris kata cinta
Dari malam
Sampai mata terbuka
Untuk melihatku tertawa
Katakan percuma
Dari relung hatimu
Ketika aku masih tersenyum
Untuk dilihat saja
Dari ucapanku
Kalau tak sanggup
Bernyanyi untukku
Katakan percuma
Sebagai ungkapan
Kesesalan darimu
Semoga aku mengerti
13/08/2008
*Dimuat di koran lokal "Harian Aceh"
Minggu 8 Maret 2009