setiap bertemu
terhenti sebait sajak
kusut tumpukan ilalang
warna kuning di bola matamu
sudut meja tanpa kursi
letak gelas buku tulis
kertas belanjaan selesai tanpa hutang
pintu berderit lamban
angin mengabarkan kehilangan
sehelai alis mata tergelincir tumpah
segelas lemon tea sebelum mengering
“cerita mengalir deras bercampur
roti putih tanpa selai dan pisau”
obrolan basi pengantar kata
dipaksa membunuh waktu
matahari melingkarkan makan siang
disertai selembar berita kehilangan
2014
Sumber Serambi Indonesia
Minggu, 8 Maret 2015
No comments:
Post a Comment